Overkapasitas jadi alasan penghapusan uji emisi di bengkel DLH DKI hari ini

Uji emisi kendaraan di bengkel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Jakarta Timur, dibatalkan hari ini. Pasalnya, uji emisi pekan lalu menunjukkan kelebihan kapasitas di lokasi ini.

“Mulai hari ini (dihapus). Karena kemarin kami tidak mampu untuk kelebihan kapasitas,” kata Yusiono, Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH DKI Jakarta, dalam rapat di depan kantor DLH DKI Jakarta, Selasa (9 November 2021).

Overkapasitas-jadi-alasan-penghapusan-uji-emisi-di-bengkel-DLH-DKI-hari-ini

Menurut Yusiono, jumlah peserta uji emisi pekan lalu mencapai 1.000 pada Kamis

(4 November). Padahal, kuota yang direncanakan hanya 300 untuk mobil dan motor. Akibatnya, terjadi kemacetan di sekitar kantor DLH DKI Jakarta yang mengganggu arus lalu lintas.
Baca juga:
Uji Emisi di Bengkel DLH DKI Ditiadakan Hari Ini, Banyak Pengemudi Kecewa

“Pengalaman Kamis pekan lalu ada lebih dari 1.000 kendaraan yang berimbas

pada kemacetan lainnya,” kata Yusiono.

Karena itu, pihaknya untuk sementara meniadakan uji emisi di bengkel DLH DKI Jakarta. DLH DKI Jakarta masih mengerjakan sistem regulasi agar layanan uji emisi dapat dioptimalkan untuk masyarakat.

“Oleh karena itu kami berasumsi bahwa kami akan membatalkannya terlebih dahulu sementara kami mengevaluasi dan merencanakan implementasi selanjutnya. Kami masih mengevaluasi dan menyiapkan sistem yang lebih mudah digunakan oleh masyarakat,” kata Yuisono.

Ia sendiri tidak menjelaskan secara detail kapan bengkel DLH DKI Jakarta akan kembali melakukan uji emisi. Menurut dia, larangan uji emisi di lokasi tersebut diinformasikan melalui media sosial DLH DKI Jakarta.

“Ya, Kamis (11/11) besok tidak ada. Sampai pemberitahuan lebih lanjut. Itu dibagikan di media sosial kami (DLH DKI Jakarta),” kata Yusiono.

Sebelumnya, lokasi uji emisi kendaraan di bengkel kantor Dinas Lingkungan Hidup

(DLH) DKI Jakarta di Jakarta Timur dipadati warga. Kondisi tersebut melebihi kuota atau over kapasitas yang diatur.

“Ya (overcapacity). Antusiasme masyarakat sangat eksplosif,” kata Tiyana Broto Adi, Kepala Bidang Penanggulangan Pencemaran DLH DKI Jakarta, saat ditemui detikcom, Kamis (4 November 2021).
Baca juga:
Pemerintah negara bagian DKI mengklaim bahwa kendaraan dengan emisi yang diuji telah meningkat secara signifikan

Diketahui, bengkel DLH DKI Jakarta menyediakan 300 kontingen untuk uji emisi kendaraan. Kuota 150 untuk mobil dan 150 untuk sepeda motor.

Tiyana mengatakan, banyak warga sekitar yang ikut uji emisi karena Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan denda bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

“Saat itu kami memberikan kuota 300, tapi di luar dugaan sudah lebih tinggi karena sanksi tiket yang baru-baru ini ada,” kata Tiyana.

Di sisi lain, DLH DKI Jakarta mengakui jumlah pusat uji emisi kendaraan di ibu kota belum ideal. Pasalnya, saat ini baru 250 penyelenggara uji emisi untuk kendaraan roda empat dan 15 untuk kendaraan roda dua.

“Saat ini jumlah pusat uji emisi kendaraan belum mencapai angka ideal,” kata Yogi Ikhwan dalam keterangan tertulis dari Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Jumat (11 Mei 2021).

DLH DKI berkoordinasi dengan asosiasi bengkel dan ATPM untuk menyediakan pusat uji emisi. Yogi mengatakan beberapa bengkel sudah mulai melakukan uji emisi chargeable.

“Masyarakat dapat melakukan uji emisi di bengkel/kios/penyedia layanan keliling, yang dapat dilihat pada aplikasi uji emisi. Masa berlakunya satu tahun,” lanjutnya.

 

Lihat Juga :

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp