Perairan Laut

Sebagian besar dari muka bumi ini tertutup oleh air. Luas daerah air dan daratan berbanding 7:3. Di muka bumi terdapat empat samudera/laut yang sangat luas, yaitu Samudera Atlantik (93.400.000 km2), Samudera Hindia (74.900.000 km2), Samudera Pasifik (179.700.000 km2), dan Samudera Arktik (13.100.000 km2).

Jenis Laut

Berdasarkan proses terjadinya

  1. Laut transgresi. Dataran rendah yang tergenang air, terjadi karena permukaan laut naik akibat pencairan es di kutub pada akhir zaman glasial. Contoh laut-laut yang berada di dangkalan Sunda dan Sahul (Indonesia) serta laut Utara (Inggris).
  2. Laut ingresi. Laut yang terjadi karena adanya penurunan dasar laut karena tenaga tektonik. Contoh laut di Indonesia bagian tengah (Laut Seram, Laut Sulawesi, dan Laut Buru). Laut Tengah, dan Laur Karibia.
  3. Laut regresi. Laut yang terjadi karena permukaan air laut menurun, karena suhu dipermukaan bumi menurun sehingga terjadi pembekuan air terutama di kutub, akibatnya permukaan air  laut turun/menyempit terjadi awal zaman es.

Berdasarkan kedalamannya terdiri 4 zona:

  1. Zona Lithoral/pesisir. Bagian laut yang tergenang air laut ketika pasang dan kering ketika surut. Zone ini tidak terdapat ikan hanya kepiting dan kura-kura.
  2. Zona Neritis. Bagian laut yang kedalamannya kurang dari 200 m. zona ini karya ikan dan organisme laut, karena pada zona ini sinar matahari dapat mencapai sampai dasar laut.
  3. Zona Bathyal. Bagian laut yang kedalamannya 200 – 2.000 m.
  4. Zona Abysal. Bagian laut yang kedalamannya lebih dari 2.000 m

Relief atau Morfologi Laut

Dasar laut memiliki bentukan-bentukan seperti yang terdapat di daratan, tetapi relief yang ada di dasar laut lebih kecil bila dibandingkan dengan relief yang ada di daratan, hal ini karena hampir tidak ada erosi, sedangkan sedimentasi selalu ada, akibatnya timbul bentukan-bentukan pada dasar laut, seperti:

  1. Dangkalan (Shelf), yaitu bagian dari kontinen yang dalamnya kurang dari 200m.
  2. Palung (Trog),daerah ingresi di laut yang bentuknya memanjang dan curam.
  3. Lubuk (Basin), laut ingresi yang bentuknya bulat di dasar laut.
  4. Ambang (Drempel), yaitu bukit di dasar laut yang terletak di antara laut dalam.

Relief dasar laut terdiri tiga bagian utama yaitu:

  1. Landas benua (continental shelf), yaitu bagian dasar laut yang dangkal yang terdapat di sepanjang pantai dan merupakan bagian daratan/benua. Kedalaman kurang dari 200 meter.
  2. Lereng benua (continental slope), bagian relief submarine (dasar laut) yang terletak berbatasan dengan kontinen shelf, dimana dasar lautnya menurun dengan cepat.
  3. Laut dalam (Deep ocean floor/the deep), dapat laut yang menjorok ke bawah sehingga letaknya lebih rendah daripada daerah sekitarnya. Kedalamannya mencapai ribuan meter. Laut dalam dibedakan atas 2 bagian, yaitu deep sea plain yang memiliki kedalamannya antara 4.000 – 6.000 m ditandai adanya basin dan the deeps dengan kedalaman lebih dari 6.000 m ditandai adanya palung.

Gerak Air Laut

  1. Arus laut. Gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat lain dengan atah vertical dan horizontal yang terjadi secara terus menerus dengan arah yang tetap. Arus laut disebabkan oleh perbedaan salinitas, angin yang tetap arahnya, perbedaan tinggi muka air samudera, perbedaan suhu, dan rintangan daratan (benua/pulau).
  2. Gelombang laut. Gerak naik turun air laut karena gesekan angin terhadap permukaan air laut, tetapi tidak disertai perpindahan massa air. Gelombang laut disebabkan oleh gempa di dasar laut (yang mengakibatkan tsunami) dan angin.
  3. Pasang surut air laut. Proses naik turun muka air laut secara teratur tarjadi dua kali setiap harinya. Pasang surut terjadi karena pengaruh gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Psang surut air laut dibedakan atas 2 macam, yaitu:
  • Pasang purnama, pasang yang setinggi-tingginya, terjadi pada saat kedudukan bulan baru dan bulan purnama,
  • Pasang perbani, pasang yang serendah-rendahnya, terjadi pada saat bulan berbentuk sabit (bulan dan mathari membentuk sudut 90º).

Manfaat dan Masalah Akibat Gerakan Air Laut

Arus laut

Manfaat air laut

  • Banyak menghasilkan ikan; tempat pertemuan arus panas dan arus dingin ( di Samudera Pasifik arus Kurosyiwo dan Oyasyiwo, dan di Samudera Atlantik, pertemuan arus Gulfstream dan arus Labrador).
  • Pelabuhan laut pada musim dingin tidak membeku (arus panas Gulfstream dan arus Kurosyiwo).
  • Kapal dapat berlayar lebih cepat.
  • Untuk mengetahui migrasi ikan.
  • Membantu persebaran flora dan fauna.

Masalah yang ditimbulkan:

  • Arus dingin menyebabkan keadaan udara lebih dingin.
  • Arus dingin jarang mendatangkan hujan
  • Persebaran gunung es karena arus laut sangat berbahaya bagi kapal,

Gelombang laut

Manfaat yang ditimbulkan:

  • Dapat digunakan untuk olah raga air,
  • Pembangkit tenaga listrik.

Masalah yang ditimbulkan:

  • Gelombang besar berbahaya bagi pelayaran.
  • Abrasi pantai.
  • Bencana bagi penduduk di sekitar pantai.

Pasang surut air laut

Manfaat pasang surut:

  • Ketika pasang, kapal dapat masuk jauh ke pantai.
  • Untuk sawah pasang surut.
  • Perikanan tambak.
  • Pembangkit tenaga listrik.

Salinitas/Kadar Garam Akibat Gerakan Air Laut

Salinitas adalah banyaknya unsur garam-garaman yang terdapat pada setiap 1 liter atau 1 kg air laut. Salinitas dinyatakan dengan satuan persen atau permil, misalnya salinitas 35%, berarti setiap 1 liter atau 1.000 gram air laut terdapat 35 gram unsur garam-garaman.

Tabel unsur garam-garaman yang terdapat di laut.

Garam-garaman Rumus Kimia
Berat (gram)
Natrium klorida

Magnesium klorida

Natrium sulfat

Kalsium klorida

Kalium klorida

Lain-lain

NaCl

MgCl2

Na2SO4

CaCl2

kCl

23

5

4

1

0,7

0,8

Jumlah
35

Faktor-faktor yang memengaruhi salinitas air laut

  1. Banyak sedikitnya penguapan/suhu. Semakin tinggi penguapan menyebabkan salinitas makin tinggi.
  2. Banyak sedikitnya air tawar yang masuk ke laut, misalnya air sungai, air huja, dan es/gletser. Semakin banyak air tawar yang amsuk ke laut menyebabkan salinitas semakin rendah.